Assessment Sumur dan Rencana Pembangunan Sumur Bor di Desa Aras 9 Aceh Tamiang
Kegiatan assessment sumber air bersih telah dilakukan di Desa Aras 9, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi kebutuhan air masyarakat serta menentukan langkah penanganan yang tepat pascabencana.
Berdasarkan hasil assessment, direncanakan pada hari berikutnya akan dilaksanakan pembangunan sumur bor yang diarahkan ke tangki air berkapasitas 24.000 liter. Fasilitas ini diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi dua dusun dengan jumlah penduduk sekitar 150 kepala keluarga, sekaligus mendukung kebutuhan air di Masjid Baitul Ma’mur.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Diharapkan pembangunan sumur bor ini dapat menjadi solusi jangka panjang atas kebutuhan air bersih masyarakat serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Aras 9 dan sekitarnya.
Tim SAR FKAM Lakukan Assessment Awal di Pidie Jaya untuk Rencana Program Bantuan
Sebagai bagian dari langkah lanjutan aksi kemanusiaan, saat ini sebagian tim bergerak menuju Kabupaten Pidie Jaya untuk melakukan assessment lapangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai tahap awal pengumpulan data guna memetakan kebutuhan warga terdampak serta merancang program bantuan yang tepat sasaran.
Assessment lapangan menjadi fondasi penting dalam setiap respon kemanusiaan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Melalui pendataan langsung, tim berupaya memastikan setiap langkah yang diambil memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumur Bor Hadirkan Akses Air Bersih untuk SDN Tanjung Mancang Aceh Tamiang
Air bersih hingga kini masih menjadi kebutuhan utama masyarakat Aceh Tamiang sejak terjadinya banjir bandang yang merusak berbagai sumber air warga. Kondisi tersebut turut dirasakan oleh lingkungan sekolah, termasuk SDN Tanjung Mancang di Kecamatan Kejuruan Muda yang selama dua bulan terakhir mengalami kesulitan akses air bersih.
Pada Senin 2 Februari 2026 telah dilakukan penyaluran sumur bor yang sebelumnya selesai dikerjakan, sekaligus distribusi pakaian pantas pakai untuk para guru dan siswa SDN Tanjung Mancang. Sumur bor ini nantinya akan dimanfaatkan setiap hari oleh sekitar 150 siswa dan 16 guru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta kebutuhan sanitasi sekolah.
Keberadaan sumur bor diharapkan mampu mengakhiri keterbatasan air bersih yang selama ini dialami, sehingga fasilitas WC dan kamar mandi kembali layak digunakan serta lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur, sebagai bagian dari ikhtiar pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.
Fasilitas Air Bersih Rampung Dibangun di Kampung Jawa Aceh Tamiang
Upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga terus dilakukan melalui penyelesaian pengeboran sumur air bersih yang dilengkapi dengan pemasangan tandon dan jaringan pipanisasi untuk masyarakat Kampung Jawa. Fasilitas ini berlokasi di pekarangan TK Al-Mukarramah, Dusun Tengah, Kampung Jawa, dan rampung dikerjakan pada Ahad 1 Februari 2026.
Keberadaan sumur dan sarana pendukungnya diharapkan dapat membantu warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, sekaligus menunjang aktivitas pendidikan di lingkungan TK Al-Mukarramah. Air bersih menjadi elemen penting dalam menjaga kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar kebaikan ini, semoga fasilitas air bersih yang dibangun menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya bagi masyarakat Kampung Jawa.
Huntara ke-7 Dibangun untuk Keluarga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Rumah yang roboh dan bergeser hingga mendekati badan jalan menjadi gambaran nyata dahsyatnya banjir yang melanda permukiman warga. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya upaya pemulihan bagi keluarga terdampak melalui pembangunan hunian sementara atau huntara ke-7 yang dimulai pada Kamis 29 Januari 2026.

Pembangunan huntara ini diharapkan dapat menjadi tempat berteduh yang aman sekaligus memberi kekuatan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk kembali bangkit dan menata kehidupan setelah musibah banjir. Kehadiran hunian sementara menjadi langkah awal pemulihan agar warga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar kemanusiaan ini, semoga setiap bantuan menjadi kebaikan yang terus mengalir manfaatnya.
Hunian Baru Hadir untuk Ibu Jumiyati di Sidodadi Aceh Tamiang
Suasana haru dan penuh syukur menyertai penyerahan hunian bagi Ibu Jumiyati di Dusun Kenanga, Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis 29 Januari 2026. Hunian tersebut diterima langsung oleh Ibu Jumiyati bersama menantunya, Ustaz Agus, sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.
Hunian ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus menghadirkan ketenangan setelah melewati masa sulit akibat bencana. Kehadiran hunian baru ini menjadi langkah awal untuk kembali menata kehidupan dengan semangat dan harapan yang lebih baik.
Pembangunan dan penyerahan hunian dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Semoga hunian ini membawa keberkahan serta menjadi penguat langkah Ibu Jumiyati dan keluarga dalam menjalani hari-hari ke depan.
Pengeboran Sumur dan Fasilitas Air Bersih Hadir untuk Warga Sidodadi Aceh Tamiang
Senin 26 Januari 2026 telah dilaksanakan kegiatan pengeboran sumur air bersih sekaligus penyerahan toren air, genset, serta pemasangan jaringan pipanisasi di wilayah Kenanga, Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

Penyediaan fasilitas air bersih ini diharapkan dapat membantu warga sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari secara lebih stabil, terutama saat kondisi listrik padam. Kehadiran sumur dan sarana pendukungnya tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga menghadirkan harapan akan keberlanjutan hidup dan kesehatan masyarakat.
Program ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Semoga ikhtiar ini memberikan manfaat jangka panjang, mengalirkan kebaikan, serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Hunian Sementara Diserahkan untuk Keluarga Ibu Indriyati di Aceh Tamiang
Kamis 22 Januari 2026 telah dilakukan penyerahan hunian sementara bagi Ibu Indriyati dan keluarga yang berlokasi di Desa Tengah, Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini dihadirkan sebagai tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi keluarga setelah terdampak bencana.
Penyerahan hunian sementara ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang. Hunian tersebut diharapkan menjadi tempat berteduh yang nyaman sekaligus menjadi awal baru bagi Ibu Indriyati dan keluarga untuk menata kembali kehidupan dengan penuh harapan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Semoga hunian yang dibangun membawa keberkahan serta menguatkan langkah keluarga penerima manfaat dalam menghadapi hari-hari ke depan.
Pembangunan Huntara ke-5 Dimulai di Kampung Jawa Aceh Tamiang
Rabu 21 Januari 2026 telah dimulai proses pengerjaan hunian sementara atau Huntara ke-5 bagi Bapak Misri yang berlokasi di Dusun Tengah, Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu warga terdampak bencana agar kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Pengerjaan huntara dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta melibatkan semangat gotong royong. Hunian yang dibangun diharapkan dapat menjadi tempat bernaung yang aman dan nyaman bagi Bapak Misri beserta keluarga, sekaligus menjadi awal baru untuk menata kembali kehidupan pascabencana.

Program ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi yang dihimpun melalui amanah para donatur. Diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima bantuan.
Hunian Sementara untuk Keluarga Ibu Asmayati Diserahkan di Aceh Tamiang
Hari ini telah dilaksanakan penyerahan hunian sementara bagi Ibu Asmayati dan keluarga yang berlokasi di Desa Tengah, Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak dan aman bagi keluarga penerima manfaat setelah terdampak bencana.
Penyediaan hunian sementara ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar keluarga terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Hunian tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bernaung yang nyaman sekaligus titik awal bagi Ibu Asmayati dan keluarga untuk menata kembali kehidupan mereka.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Doa dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penguat dalam setiap ikhtiar kemanusiaan, dengan harapan hunian ini membawa keberkahan serta kekuatan bagi keluarga penerima manfaat dalam melangkah ke depan.
Hunian Sementara untuk Keluarga Ibu Sumiyati Resmi Diserahkan di Aceh Tamiang
Senin 19 Januari 2026 hunian sementara bagi Ibu Sumiyati dan keluarga di Desa Lawas Kampung Jawa Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang resmi diserahkan. Hunian ini diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat setelah terdampak bencana banjir.
Penyerahan hunian sementara ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak. Kehadiran hunian ini diharapkan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan harapan keluarga untuk bangkit menata kehidupan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Terima kasih atas doa serta dukungan seluruh pihak yang telah membersamai ikhtiar kemanusiaan ini semoga hunian yang dibangun menjadi awal kebaikan dan keberkahan bagi keluarga Ibu Sumiyati.
Paket Belajar untuk Anak-Anak Terdampak Banjir di Sidodadi Aceh Tamiang
Pada Sabtu 17 Januari 2026 telah dilaksanakan penyaluran paket belajar bagi anak-anak korban bencana banjir di Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan yang diberikan berupa tas sekolah, alat tulis, serta mushaf Al-Qur’an sebagai dukungan kebutuhan pendidikan dan pembinaan rohani.

Penyaluran paket belajar ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak agar tetap optimis dan terus mengejar cita-cita meskipun sempat terdampak musibah. Senyum dan antusiasme anak-anak menjadi penguat bahwa perhatian dan kepedulian sangat berarti dalam proses pemulihan pascabencana.

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Diharapkan bantuan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak Sidodadi untuk terus belajar dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Distribusi Genset Dukung Ketersediaan Air Bersih di Sidodadi Aceh Tamiang
Pada Kamis 16 Januari 2026 telah dilaksanakan pendistribusian satu unit genset untuk mendukung operasional sumur bor dan tower air agar tetap berfungsi saat terjadi pemadaman listrik. Bantuan tersebut diserahkan kepada Pondok Pesantren Al-Hidayah yang berlokasi di Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Keberadaan genset ini diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan pondok pesantren, tetapi juga membantu masyarakat sekitar dalam memperoleh akses air bersih yang lebih stabil. Dengan adanya sumber listrik cadangan, distribusi air dapat berjalan lebih optimal meskipun kondisi kelistrikan belum sepenuhnya normal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana program dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Semoga bantuan ini menjadi solusi nyata bagi warga Sidodadi serta bernilai amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir.
Penyaluran 199 Paket Sembako dan Bantuan Kemanusiaan di Desa Pangkalan Aceh Tamiang
Alhamdulillah, pada Kamis 15 Januari 2026 telah dilaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Pangkalan, Kecamatan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebanyak 199 paket sembako disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga dalam masa pemulihan pascabencana.

Selain bantuan pangan, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran mushaf Al-Qur’an dan pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih menyeluruh, tidak hanya untuk kebutuhan jasmani, tetapi juga sebagai penguatan rohani bagi masyarakat agar tetap tegar dan optimis dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana dengan dukungan pendanaan dari Daiman Berbagi yang dihimpun melalui amanah para donatur. Semoga setiap bantuan yang disalurkan membawa manfaat, menjadi penguat bagi masyarakat terdampak, serta bernilai amal kebaikan yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat.
Penyaluran Mushaf Al-Qur’an untuk Pondok Pesantren di Kejuruan Muda Aceh Tamiang
Alhamdulillah, kegiatan penyaluran mushaf Al-Qur’an telah dilaksanakan di dua pondok pesantren yang berada di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan disalurkan ke Pondok Pesantren Syukroniyah di Purwodadi serta Pondok Pesantren Al-Hidayah di Desa Sidodadi sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan para santri.

Mushaf Al-Qur’an ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para santri dalam kegiatan belajar mengajar, hafalan, dan ibadah sehari-hari. Setiap lembar dan huruf yang dibaca menjadi doa dan harapan agar para santri semakin kuat dalam menuntut ilmu, berakhlak mulia, serta tumbuh menjadi generasi yang membawa kebaikan bagi umat.

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan yang dilaksanakan oleh SAR FKAM dengan dukungan Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir serta membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pembangunan Hunian Korban Banjir di Kampung Jawa Kejuruan Muda Terus Berjalan
Proses pembangunan hunian sementara bagi korban banjir terus dilakukan di Desa Lawas, Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini diperuntukkan bagi Ibu Sumiyati, salah satu warga terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana agar keluarga korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Pengerjaan hunian dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan serta melibatkan relawan dalam setiap prosesnya. Tahapan pembangunan difokuskan pada kekuatan struktur dan kenyamanan bangunan, sehingga dapat difungsikan secara optimal oleh penerima manfaat dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana, dengan dukungan Daiman Berbagi melalui amanah para donatur. Diharapkan, hunian yang dibangun dapat membantu mempercepat pemulihan kehidupan Ibu Sumiyati dan keluarga pascabencana.
Truk Kemanusiaan Bantuan Korban Bencana Sumatra #2 Tiba dengan Selamat di Aceh Tamiang
Alhamdulillah, truk kemanusiaan bantuan korban bencana Sumatra #2 telah tiba dengan selamat di posko FKAM yang berlokasi di Masjid At-Taqwa, Dusun Tengah, Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kedatangan bantuan ini menjadi kabar baik sekaligus penguat semangat bagi warga yang terdampak bencana.

Truk bantuan tersebut diberangkatkan dari Solo pada Jumat siang, 9 Januari, dan setelah menempuh perjalanan panjang lintas pulau, akhirnya tiba di Aceh pada Selasa, 13 Januari. Perjalanan yang melelahkan ini membawa harapan dan kepedulian dari para donatur dan relawan yang ingin meringankan beban saudara-saudara kita di wilayah terdampak.

Semoga setiap bantuan yang dibawa oleh truk kemanusiaan ini dapat segera disalurkan kepada yang membutuhkan dan menjadi manfaat serta keberkahan bagi masyarakat yang sedang berjuang melalui masa-masa sulit pasca bencana. Kehadiran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian antar sesama tidak mengenal jarak dan perbedaan.
Warga Dusun Sidodadi Berjuang Hadapi Krisis Air Bersih, FKAM Bangun Sumur Bor untuk Pulihkan Kehidupan
Dusun Sidodadi, Kampung Payanas, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup berat pasca bencana banjir. Tercatat sekitar 13 rumah dengan kurang lebih 80 warga mengalami kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Sebelumnya, warga sebenarnya telah memiliki sumur bor sebagai sumber air. Namun, sumur tersebut sudah lama tidak berfungsi. Untuk kebutuhan air harian, warga mengandalkan aliran PDAM yang kerap mati, bahkan sejak sebelum banjir datang. Pasca bencana, kondisi ini semakin diperparah ketika akses air bersih menjadi semakin terbatas dan krisis air makin dirasakan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, tim FKAM berinisiatif membangun kembali sumur bor untuk membantu pemulihan pasca bencana dan menghadirkan solusi jangka panjang bagi warga Dusun Sidodadi. Sumur bor yang dibangun diharapkan menjadi sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan, sehingga warga dapat kembali menjalankan aktivitas rumah tangga dengan lebih baik dan tidak lagi bergantung pada pasokan air yang tidak stabil.

Upaya ini tidak hanya memberikan air bersih bagi warga, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat yang terdampak. Dengan hadirnya sumur bor, kehidupan sehari-hari warga di Dusun Sidodadi diharapkan dapat pulih secara bertahap, membawa keringat dan tangis mereka berganti dengan senyum dan rasa syukur atas keberlanjutan hidup yang lebih layak.
Progres Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, 12 Januari 2026 - Tim SAR FKAM kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya tanggap bencana dengan melanjutkan pembangunan hunian sementara (Huntara) 2 dan 3 di Dusun Lawas, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini melibatkan 9 personil relawan yang bekerja maksimal demi mempercepat proses konstruksi.

Penerima bantuan terdiri dari dua keluarga terdampak bencana, yaitu Kelompok Ibu Sumiyati dan Kelompok Bapak Sholeh. Hingga hari ini, progres pembangunan Huntara 2 telah mencapai 85 persen, sementara Huntara 3 masih dalam tahap pengerjaan dengan sisa 50 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam penyediaan hunian layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Melalui kerja keras tim dan dukungan berbagai pihak, SAR FKAM berharap kedua hunian sementara ini dapat segera rampung dan memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Aksi tanggap darurat seperti ini menjadi bukti nyata kehadiran relawan di tengah masyarakat, memastikan proses pemulihan pasca-bencana berjalan dengan baik dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Distribusi Terpal dan Lampu Dukung Aktivitas Belajar di SDN Tanjung Mancang Aceh Tamiang
Upaya pemulihan pascabencana terus dilakukan di wilayah Aceh Tamiang. Pada Senin, 12 Januari 2026, kegiatan distribusi terpal dan lampu dilaksanakan di SDN Tanjung Mancang, Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan tujuan membantu pemenuhan kebutuhan darurat fasilitas sekolah yang terdampak bencana.

Terpal yang disalurkan dimanfaatkan untuk melindungi ruang kelas dan area sekolah dari cuaca, sementara lampu digunakan untuk menunjang penerangan agar aktivitas belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Bantuan ini menjadi bagian dari langkah awal pemulihan sarana pendidikan, sehingga proses belajar siswa tidak terhenti meskipun dalam kondisi terbatas.
Kegiatan distribusi dilaksanakan oleh dua personel relawan SAR FKAM sebagai tim pelaksana di lapangan. Program ini terlaksana berkat dukungan Daiman Berbagi yang menghimpun dan menyalurkan amanah dari para donatur, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Distribusi Kasur dan Selimut Ringankan Warga Terdampak di Karangbaru Aceh Tamiang
Upaya pemulihan pascabencana terus dilakukan di wilayah Aceh Tamiang. Pada Minggu, 11 Januari 2026, kegiatan distribusi kasur dan selimut dilaksanakan di Dusun Lestari, Desa Sukajadi, Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dan menyasar warga sekitar yang terdampak bencana.

Sebanyak delapan relawan terlibat langsung dalam kegiatan ini, terdiri dari dua personel relawan FKAM dan enam relawan dari Muslim Bersaudara asal Padang, Sumatera Barat. Bantuan kasur dan selimut disalurkan dari rumah ke rumah untuk memastikan kebutuhan dasar warga, khususnya untuk istirahat dan kenyamanan, dapat terpenuhi dengan baik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga terdampak dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan kenyamanan dan perlindungan dari kondisi cuaca yang tidak menentu. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan oleh SAR FKAM sebagai tim pelaksana di lapangan, dengan dukungan dan kolaborasi bersama Muslim Bersaudara serta pendanaan yang dihimpun oleh Daiman Berbagi dari para donatur.
Pembangunan Huntara Kedua Tahap II Capai 75 Persen di Kejuruan Muda
Proses pemulihan hunian bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berlanjut. Pada Sabtu, 11 Januari 2026, dilaksanakan kegiatan pembangunan hunian sementara (huntara) kedua tahap II di Dusun Lawas, Desa Kampung Jawa. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan enam personel relawan.

Huntara tersebut diperuntukkan bagi keluarga Ibu Sumiyati. Hingga akhir kegiatan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 75 persen. Tahapan pekerjaan meliputi penyempurnaan struktur utama dan bagian pendukung hunian, sebagai persiapan menuju tahap penyelesaian akhir.
Pembangunan huntara ini menjadi bagian dari rangkaian upaya pemulihan pascabencana yang difokuskan pada penyediaan tempat tinggal sementara yang layak dan aman. Diharapkan, hunian ini dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh keluarga penerima untuk mendukung pemulihan kehidupan sehari-hari.
Serah Terima Huntara dan Pembangunan Huntara Ketiga Berlangsung di Kejuruan Muda
Rangkaian kegiatan tanggap bencana di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, terus berlanjut melalui penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak. Pada Jumat, 10 Januari 2026, dilakukan serah terima huntara di Dusun Lawas, Desa Kampung Jawa, kepada keluarga Bapak Mardiaman. Kegiatan berlangsung pada pukul 11.30 hingga 12.00 WIB dengan melibatkan dua personel relawan.

Sehari berikutnya, Sabtu, 11 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pembangunan huntara ketiga di lokasi yang sama. Pembangunan huntara ini diperuntukkan bagi keluarga Bapak Sholeh dan dilaksanakan sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan enam personel relawan. Hingga akhir kegiatan, proses pembangunan telah mencapai tahap berdirinya tiang utama sebagai struktur awal hunian.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemulihan tempat tinggal warga terdampak bencana. Penyediaan huntara diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan hunian sementara yang layak dan aman, sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial masyarakat di wilayah Kejuruan Muda.
Huntara Ke-2 Mulai Dibangun di Kejuruan Muda, Tiang Utama Telah Berdiri
Pembangunan hunian sementara (huntara) kedua bagi warga terdampak bencana dilaksanakan pada Jumat, 10 Januari 2026, di Dusun Lawas, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB dengan melibatkan enam personel relawan.

Huntara ini diperuntukkan bagi keluarga Ibu Sumiyati. Hingga akhir kegiatan, proses pembangunan telah mencapai tahap berdirinya tiang utama sebagai struktur awal hunian. Pembangunan ini menjadi lanjutan dari upaya pemulihan tempat tinggal bagi warga yang kehilangan atau tidak dapat menempati rumahnya pascabencana.

Pembuatan huntara dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Amanah Lampung. Selain pembangunan hunian, kegiatan juga dirangkaikan dengan distribusi toren air hasil kolaborasi dengan SAR Sahabat Umat Lampung untuk mendukung ketersediaan air bersih bagi warga terdampak. Kolaborasi lintas komunitas ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Kejuruan Muda.
Huntara Pertama Diserahkan untuk Keluarga Takmir Masjid di Kejuruan Muda
Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut melalui penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak. Pada Jumat, 10 Januari 2026, dilakukan serah terima hunian sementara (huntara) di Dusun Lawas, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 11.30 hingga 12.00 WIB.

Huntara tersebut diserahkan kepada keluarga Bapak Mardiaman, yang merupakan takmir masjid di wilayah setempat. Hunian sementara ini diharapkan dapat menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi keluarga penerima, sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan tempat tinggal permanen.
Serah terima huntara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tanggap bencana yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga mendukung pemulihan kehidupan sosial dan keberlangsungan aktivitas ibadah serta kemasyarakatan di lingkungan terdampak.
Toren Air Disalurkan untuk Ponpes Tahfidzul Qur’an Al Walidain Aceh Tamiang
Pemenuhan kebutuhan air bersih bagi fasilitas pendidikan terus dilakukan dalam rangkaian kegiatan tanggap bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pada Jumat, 10 Januari 2026, dilaksanakan distribusi toren air di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Walidain yang berlokasi di Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 08.30 hingga 09.00 WIB dengan melibatkan dua personel relawan.

Toren air tersebut dipasang untuk menunjang ketersediaan air bersih di lingkungan pondok pesantren, khususnya untuk kebutuhan sehari-hari para santri dan pengelola pesantren. Dengan terpasangnya tandon air, distribusi dan penyimpanan air menjadi lebih optimal serta mendukung kebersihan dan sanitasi di area pesantren.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara SAR FKAM dan SAR Sahabat Umat Lampung dalam program distribusi toren air. Kolaborasi lintas daerah ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam membantu pemulihan sarana dasar bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang terdampak kondisi darurat.
SAR FKAM Bersama Sahabat Hijrah Boyolali Perbaiki Ruang Kelas Ponpes Al Hidayah Aceh Tamiang
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tanggap bencana, SAR FKAM melaksanakan aksi perbaikan fasilitas pendidikan berupa pemasangan plafon di Pondok Pesantren Al Hidayah, Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis, 9 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB dengan melibatkan empat personel relawan.

Pemasangan plafon difokuskan pada satu ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat dampak banjir dan tanah longsor. Proses perbaikan dilakukan sebagai upaya pemulihan sarana belajar agar aktivitas pendidikan di pondok pesantren dapat kembali berjalan dengan lebih nyaman dan aman bagi para santri.

Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan dari Komunitas Sahabat Hijrah Boyolali yang turut membantu pelaksanaan perbaikan. Hingga akhir kegiatan, pemasangan plafon pada ruang kelas tersebut telah selesai. Aksi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan SAR FKAM dan jejaring relawan dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Aceh Tamiang.
SAR FKAM Serahkan Sumur Bor untuk Pondok Pesantren Sukroniyah Aceh Tamiang
Sebagai bagian dari kegiatan tanggap bencana dan pemulihan fasilitas umum, SAR FKAM melaksanakan serah terima sumur bor di Pondok Pesantren Sukroniyah, Kecamatan Kejuruan Muda, pada pagi hari Kamis, 8 Januari 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi lingkungan pesantren yang terdampak kondisi darurat sebelumnya.

Serah terima sumur bor diterima langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Sukroniyah. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan harian santri dan pengelola pesantren, khususnya untuk keperluan ibadah, sanitasi, dan aktivitas belajar mengajar. Dengan tersedianya akses air bersih yang memadai, proses pemulihan di lingkungan pesantren dapat berjalan lebih optimal.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SAR FKAM dalam mendukung pemulihan jangka menengah pascabencana, tidak hanya melalui respons darurat, tetapi juga melalui penyediaan sarana vital yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Relawan SAR Jateng Bantu Bersihkan SD Negeri Aek Tolang
Memasuki pekan keempat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor, sebagian tim gabungan potensi SAR Jawa Tengah turut diperbantukan dalam aksi pembersihan fasilitas umum di Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah Sekolah Dasar Negeri 158498 Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Sekolah tersebut terdampak cukup parah akibat bencana, dengan 203 dari total 230 siswa tercatat sebagai korban terdampak.

Bersama para guru dan warga sekitar, tim relawan bahu membahu membersihkan ruang kelas dan area sekolah yang sebelumnya dipenuhi lumpur dan sisa material bencana. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan lingkungan pendidikan agar anak-anak dapat segera kembali menjalani kegiatan belajar mengajar, bermain, dan berinteraksi dengan teman-temannya dalam suasana yang aman dan nyaman.

Usai kegiatan pembersihan dan sebelum kembali ke Posko Relawan Tapteng Bangkit, Kepala Sekolah SD Negeri 158498 Aek Tolang, Nur Hayati, menyampaikan ungkapan terima kasih dan doa kepada para relawan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian penting dalam proses pemulihan sosial, khususnya untuk mengembalikan semangat dan keceriaan anak-anak pascabencana.
Relawan Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung Penghubung Desa Terisolir di Muara Sibontuon
Rangkaian kegiatan pemulihan pascabencana terus berlanjut di Desa Muara Sibontuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada hari ini, relawan melaksanakan pengambilan pasir dan batu pada pagi hari sebagai persiapan material, dilanjutkan dengan pengecoran jalan pada siang hari. Kegiatan kemudian berlanjut hingga malam dengan perakitan rangka jembatan gantung sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur penghubung antar desa.

Selain pengecoran jalan, relawan juga melakukan proses pengelasan dalam pembuatan jembatan gantung yang akan menjadi akses utama penghubung Desa Muara Sibontuon menuju Desa Sibontuon. Jembatan ini sangat dibutuhkan mengingat wilayah tersebut sempat terisolir akibat dampak bencana, sehingga aktivitas warga dan distribusi logistik mengalami hambatan.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat segera selesai agar akses masyarakat kembali normal dan mendukung pemulihan ekonomi serta sosial warga setempat. Seluruh relawan yang terlibat terus bekerja dengan penuh dedikasi demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah.
Relawan Bersihkan Akses Jalan di Muara Sibontuon
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tanggap bencana di wilayah Sumatra, pada hari ini tim relawan melaksanakan pembersihan akses jalan menggunakan mesin alkon di Desa Muara Sibontuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan lumpur dan sisa material banjir serta longsor yang menutup badan jalan dan menghambat aktivitas warga.

Pembersihan jalan menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya dilakukan upaya pencarian, distribusi bantuan, serta pembangunan jembatan darurat di wilayah tersebut. Dengan terbukanya kembali akses jalan, diharapkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lebih lancar, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana bagi warga Desa Muara Sibontuon dan sekitarnya.
Relawan SAR FKAM Terobos Medan Berat Salurkan Bantuan Logistik ke Desa Goti, Kelurahan Tukka
Selasa, 16 Desember, Tim SAR FKAM kembali menuju Kampung Goti, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, untuk mengantarkan amanah bantuan dari para donatur. Kondisi kampung tersebut sangat memprihatinkan, dari total 18 rumah warga, hanya tersisa 3 rumah yang masih berdiri, sementara 15 lainnya ambruk akibat diterjang longsoran. Letak desa yang berada di atas perbukitan membuat dampak banjir dan tanah longsor semakin parah serta menyulitkan akses menuju lokasi.

Dalam upaya menyalurkan bantuan, tim relawan harus melewati jalur ekstrem yang kini berubah menjadi aliran sungai deras hingga hari ke-20 pascabencana. Selain itu, terdapat dua titik longsoran besar yang memutus akses jalan aspal menuju kampung, sehingga bantuan hanya dapat diangkut dengan berjalan kaki melewati reruntuhan longsor. Tim dan warga pun berbagi beban dengan membagi bantuan menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dibawa secara bergantian menuju lokasi pemukiman darurat.
Menjelang waktu maghrib, Tim SAR FKAM bersama warga akhirnya tiba di pemukiman darurat yang didirikan dari terpal bantuan masyarakat. Kedatangan tim disambut hangat oleh warga Desa Goti, meski hujan deras kembali turun dan menambah kewaspadaan akan potensi longsor susulan. Di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang belum bersahabat, diharapkan setiap tetes hujan yang turun menjadi rahmat dan anugerah dari Sang Pencipta, serta membawa kekuatan bagi warga dan para relawan yang terus berjuang di lokasi bencana.
Relawan SAR FKAM Salurkan Air Bersih untuk Warga Kampung Jawa Aceh Tamiang
Giat hari ini, Selasa, 16 Desember 2025, Relawan SAR FKAM melaksanakan penyaluran air bersih bagi warga Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respon kemanusiaan terhadap warga yang terdampak banjir bandang dan masih mengalami kesulitan akses air bersih.

Selama kurang lebih tiga pekan terakhir, aliran air PAM tidak mengalir akibat dampak bencana, sehingga kebutuhan air bersih warga sangat terbatas. Melalui penyaluran air bersih ini, Relawan SAR FKAM berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta meringankan beban warga yang sedang berupaya bangkit dari dampak banjir bandang.

Tim SAR FKAM Lakukan Assessment Lokasi Terisolir dan Jalan Terputus Akibat Longsor di Tapanuli Tengah
Pada Senin, 15 Desember 2025, Tim SAR FKAM melaksanakan kegiatan lapangan untuk mendukung kelanjutan respons kebencanaan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan diawali dengan pencarian pos bayangan sementara sebagai antisipasi kebutuhan kegiatan lanjutan, mengingat ketersediaan logistik dan tempat istirahat utama telah terpenuhi. Selain itu, tim juga melakukan upaya pencarian kendaraan guna menunjang kegiatan assessment di sejumlah lokasi yang masih terisolir di sekitar Kecamatan Pandan dan wilayah sekitarnya.

Dalam kegiatan assessment, lokasi pertama yang didatangi berada di sepanjang Jalan Humala Tambunan, Kecamatan Tukka. Kondisi jalan masih tergenang air setinggi sekitar 30–40 sentimeter akibat meluapnya sungai yang dipenuhi material longsor serta gelondongan kayu dari perbukitan. Genangan tersebut menyebabkan akses utama dari Kota Kabupaten Tapanuli Tengah menuju Kecamatan Tukka terganggu, sekaligus berdampak pada permukiman warga di sepanjang jalur tersebut.
Tim kemudian melanjutkan peninjauan ke wilayah yang terisolir akibat akses jalan terputus oleh longsoran di Jalan Sipange, Desa Gothi, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka. Akses menuju desa tersebut terputus sepanjang kurang lebih satu kilometer. Berdasarkan hasil assessment, di Desa Gothi tercatat sebanyak 18 rumah warga tertimbun tanah longsor. Kondisi ini diperparah dengan melubernya air ke jalan dan area perkampungan karena sungai serta sawah telah dipenuhi lumpur dan kayu gelondongan. Hasil peninjauan ini menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan lanjutan di wilayah terdampak.
Tim SAR Gabungan di Tapanuli Tengah Masih dalam Giat Pengecoran Jembatan Gantung
Pada Ahad, 14 Desember 2025, SAR FKAM bersama AREI Outdoor Adventure serta relawan gabungan dari Jawa Tengah kembali melanjutkan kegiatan pengecoran pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Sibontuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana guna membuka kembali akses masyarakat yang sempat terputus.

Pengecoran dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan di bawah koordinasi relawan lapangan. Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi bantuan, serta membantu pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Seluruh relawan yang terlibat terus berupaya menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh dedikasi di tengah medan yang menantang.

Aksi Bersih-Bersih di Pon Pes Islam Terpadu Al Hidayah Aceh Tamiang
Pada Sabtu, 13 Desember 2025, Tim SAR FKAM bersama relawan gabungan melaksanakan kegiatan pembersihan di Pondok Pesantren Islam Terpadu Al Hidayah yang berlokasi di Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang berdampak cukup parah di wilayah tersebut.

Kondisi pondok pesantren pascakejadian dipenuhi lumpur tebal yang menutupi area belajar dan lingkungan sekitar. Sejumlah fasilitas pendidikan serta bangunan pesantren dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga belum dapat digunakan secara normal. Melalui aksi bersih-bersih ini, para relawan berupaya membantu memulihkan lingkungan pesantren agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan secara bertahap.
Giat Relawan Gabungan dalam Pengecoran Pembuatan Jembatan Gantung di Taoanuli Tengah
Pada Sabtu, 13 Desember 2025, SAR FKAM bersama AREI Outdoor Adventure serta relawan gabungan dari Jawa Tengah melaksanakan kegiatan pengecoran untuk pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Sibontuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan akses warga yang terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Proses pengecoran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur relawan yang dikoordinasikan di lapangan. Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung kelanjutan distribusi bantuan dan aktivitas warga sehari-hari.

Keterlibatan berbagai elemen relawan menunjukkan kuatnya solidaritas kemanusiaan dalam masa pemulihan pascabencana. Seluruh relawan yang terlibat terus berupaya menjalankan tugas dengan penuh dedikasi demi membantu masyarakat terdampak di wilayah Tapanuli Tengah.
Upaya penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat terus berjalan dengan melibatkan berbagai unsur relawan. Hingga 5 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 205 lembaga dan 9.277 relawan telah melakukan pemetaan aksi melalui Desk Relawan BNPB. Data ini menjadi dasar koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan dan kegiatan kemanusiaan berjalan terarah dan saling melengkapi.

Sejalan dengan pemetaan tersebut, pada kegiatan hari ini relawan melaksanakan pembangunan jembatan gantung di Desa Muara Sibontuon, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pembangunan jembatan ini bertujuan membuka kembali akses warga yang terputus akibat bencana, sekaligus memperlancar distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat setempat.

Sementara itu, pada 12 Desember 2025, relawan melanjutkan kegiatan dengan piket di Posko Gabungan serta melakukan assessment lanjutan di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Assessment ini difokuskan untuk memetakan dampak lanjutan bencana dan kebutuhan warga, sebagai dasar perencanaan aksi kemanusiaan berikutnya agar penanganan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Distribusi Paket Sembako di Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruhan Muda Aceh Tamiang
Pada Kamis, 11 Desember 2025, tim relawan melaksanakan kegiatan pengepakan logistik untuk 130 keluarga terdampak bencana yang berada di Kampung Jawa, Kecamatan Kejuruhan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan pendistribusian bantuan guna memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi secara merata dan tepat sasaran.

Selain proses pengepakan, pada hari yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan sembako kepada Datuk (lurah) dan masyarakat Kampung Jawa Kejuruhan Muda. Bantuan tersebut diterima untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara relawan dan pemerintah setempat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Penyerahan Bantuan Logistik Bersama Relawan Lainnya
Pada Rabu, 10 Desember 2025, Tim SAR FKAM kembali melaksanakan rangkaian kegiatan kemanusiaan sebagai bagian dari respons bencana. Kegiatan diawali dengan pengambilan bantuan ke Kota Medan, dilanjutkan dengan belanja 120 paket sembako berdasarkan hasil assessment kebutuhan warga di lapangan. Seluruh paket tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar pascabencana.

Memasuki pekan kedua penanganan bencana, ketersediaan logistik sembako di wilayah terdampak secara umum telah terpenuhi berkat kontribusi berbagai elemen kemanusiaan yang bergerak di sektor pangan dan dapur umum. Meski demikian, masih terdapat beberapa daerah yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan. Bantuan tetap diupayakan menjangkau wilayah tersebut, termasuk melalui jalur laut dengan waktu tempuh hingga tujuh jam.

Di tengah relatif terpenuhinya kebutuhan logistik, kebutuhan akan relawan di sektor pemulihan masih sangat besar. Hingga saat ini, kegiatan yang berfokus pada tahap recovery seperti pembersihan lingkungan, pembangunan hunian sementara, serta pemulihan fasilitas umum masih belum banyak tersentuh. Kondisi ini menjadi perhatian agar penanganan bencana tidak hanya terfokus pada fase darurat, tetapi juga berlanjut pada pemulihan jangka menengah bagi masyarakat terdampak.
Assessment Tim Relawan SAR FKAM di 4 Titik Kerusakan Parah di Aceh Tamiang
Relawan SAR FKAM yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang terus melakukan assessment di sejumlah titik dengan tingkat kerusakan terparah. Fokus peninjauan diarahkan pada fasilitas pendidikan dan infrastruktur vital yang terdampak langsung oleh banjir dan longsor (Selasa, 9 Desember 2025).

Pada assessment pertama, relawan meninjau kondisi Pondok Pesantren Darul Mukhlisin putra dan putri yang mengalami dampak cukup serius akibat genangan dan aliran air deras. Selanjutnya, assessment ketiga dilakukan di Pondok Pesantren Islam Terpadu Alhidayah untuk memastikan tingkat kerusakan bangunan serta kebutuhan mendesak para santri dan pengelola pesantren.

Assessment kedua difokuskan pada kondisi sungai dan akses jalan di sekitar lokasi bencana, termasuk Pondok Al Ikhsan yang turut terdampak. Kerusakan pada badan jalan dan perubahan alur sungai dinilai berpotensi menghambat aktivitas warga serta distribusi bantuan.
Sementara itu, assessment keempat dilakukan di area garasi truk minyak yang terdampak banjir, guna melihat dampak terhadap fasilitas penunjang ekonomi dan potensi risiko lanjutan di wilayah tersebut.

Hasil assessment ini akan menjadi dasar bagi penyusunan langkah lanjutan penanganan darurat dan pemulihan awal. Relawan SAR FKAM terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan dan intervensi yang diberikan dapat tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Pencarian Korban Oleh SAR Gabungan Tanggap Bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah
Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan kegiatan Emergency Response Tanggap Bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah pada hari ketiga operasi, Selasa (9/12/2025). Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh personel mengikuti briefing bersama tim SAR gabungan di Posko Induk yang dikoordinasikan bersama Basarnas. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan langkah dan memastikan kesiapan personel sebelum diterjunkan ke berbagai sektor penanganan bencana.

Berdasarkan hasil koordinasi, tim dibagi ke dalam beberapa unit tugas. Sebanyak 20 personel difokuskan pada operasi pencarian dan penanganan di titik longsoran Desa Bair. Sementara itu, 13 personel lainnya dikerahkan untuk pengerjaan tahap awal pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali akses warga. Tim lainnya bertugas melakukan pengkondisian Posko Gabungan serta operasional dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat terdampak.

Kegiatan tanggap darurat ini dilaksanakan di sejumlah lokasi, meliputi Desa Bair, Posko Pandan, Posko HKI Hajoran Poriaha, hingga Desa Muara Sibuntoan. Seluruh personel dilaporkan dalam kondisi lengkap, sehat, dan selamat tanpa adanya cedera. Operasi didukung dengan peralatan, logistik, mobilitas, serta layanan medis yang memadai dan bersifat mandiri, sehingga pelaksanaan misi kemanusiaan dapat berjalan dengan aman dan optimal.
Distribusi Logistik dan Pencarian Korban di Kecamatan Lumut Sumatera Utara
Pengiriman logistik bantuan kemanusiaan berhasil dilakukan di Desa Sialogo, Kecamatan Lumut, Sumatra Utara, pada Selasa, 9 Desember 2025. Logistik tiba dengan aman di posko setempat dan langsung diturunkan secara bergotong royong bersama warga terdampak. Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor, sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban warga dalam masa pemulihan pascabencana.

Sementara itu, di lokasi lain, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di Desa Bair, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penyisiran difokuskan pada area-area yang terdampak banjir dan tanah longsor dengan medan yang cukup berat. Upaya ini terus dilakukan untuk menemukan korban yang masih dilaporkan hilang sekaligus memastikan tidak ada warga yang tertinggal di lokasi bencana.

Pendistribusian Paket Sembako Mushalla Al-Barokah, Rimbo Panjang, Sumatera Barat
Tim Relawan SAR FKAM kembali memberikan layanan kemanusiaan bagi warga yang mengungsi di Mushalla Al-Barokah, Rimbo Panjang. Berdasarkan pendataan terbaru, sebanyak 40 KK dengan total 138 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana yang melanda wilayah tersebut. Di antara mereka terdapat 11 lansia, 14 balita, 30 anak-anak, dan 83 orang dewasa.

Dampak kerusakan di permukiman warga cukup signifikan. Sebanyak 5 rumah dilaporkan habis, 2 rumah mengalami rusak berat, dan 10 rumah dalam kondisi rusak ringan. Selebihnya masuk kategori terdampak namun masih dapat ditempati dengan kewaspadaan.

Untuk membantu kebutuhan dasar para penyintas, Tim Relawan SAR FKAM membuka dapur umum dan mendistribusikan paket sembako. Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi terpenuhi serta memberikan dukungan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Operasi kemanusiaan terus dilakukan sambil menunggu perkembangan situasi dan arahan lebih lanjut dari pihak terkait.
Sejak pagi, seluruh personel mengikuti briefing bersama Basarnas dan unsur SAR gabungan lainnya di Posko Induk untuk mematangkan strategi dan pembagian tugas di lapangan. Dalam operasi ini, SAR FKAM turut bergabung sebagai bagian dari tim yang bertugas menangani kondisi darurat pascabencana banjir bandang dan longsor.

Berdasarkan hasil koordinasi, tim dibagi menjadi empat sektor tugas. Sektor pertama fokus melanjutkan operasi di titik longsoran Desa Bair dengan pengerahan 15 personel. Sektor kedua ditugaskan melakukan pengkondisian Posko Gabungan, sementara sektor ketiga menangani progres pembangunan jembatan darurat. Sektor keempat bergerak memberikan layanan medis keliling bagi warga terdampak di beberapa titik. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Desa Bair, Posko Pandan, serta Posko HKI Hajoran Poriaha, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel rescue yang terdiri dari SRU KRI Dr. Radjiman, SRU Super Air Jet, SRU KN Ganesha, serta unsur SAR FKAM dilaporkan berada dalam kondisi lengkap, sehat, dan tanpa cedera. Peralatan mandiri, logistik, layanan medis, hingga sarana mobilitas juga tercatat aman dan siap digunakan sepenuhnya untuk mendukung operasi. Dokumentasi kegiatan telah dihimpun sebagai laporan harian dan bagian dari monitoring perkembangan respons bencana.

Kehadiran berbagai unsur relawan, termasuk SAR FKAM, menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan darurat di Tapanuli Tengah. Kolaborasi dan kesiapan seluruh potensi SAR diharapkan terus memperkuat upaya kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Tim SAR Gabungan kembali berhasil mengevakuasi satu jenazah dari bawah reruntuhan tanah dan puing kayu di Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), pada Senin (8/12/2025). Korban berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 40 tahun ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah segera dibawa ke RSUD setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut
Sehari sebelumnya, pada Minggu (7/12/2025), Tim Gabungan juga menemukan tiga korban banjir dan tanah longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Ketiga korban yang ditemukan telah teridentifikasi sebagai Maramot Tarihoran (39 tahun), Normi Hutagalung (56 tahun), dan Marningot Silalahi (57 tahun). Keseluruhan korban ditemukan dalam keadaan meninggal dan telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Upaya pencarian terus berlangsung dengan memperluas area penyisiran serta menambah personel di beberapa sektor yang dinilai potensial. Pemantauan udara menggunakan drone juga dimanfaatkan untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses. Hingga laporan terakhir, data korban di wilayah Kota Sibolga mencatat 49 orang selamat, 53 orang meninggal dunia, dan 3 orang masih dalam pencarian. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat 596 orang selamat, 111 meninggal dunia, dan 92 masih dalam pencarian.
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI/Polri, BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah, SAR Hidayatullah, SAR FKAM, Celeng Rescue, DMC Dompet Dhuafa, Petualangan Musim, dan Kurir Kebaikan. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan bencana serta membantu keluarga korban yang terdampak.
Tim SAR Gabungan Temukan 3 orang Korban Banjir dan Tanah Longsor di Desa Bair, Kec. Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng (07/12)
Data korban yang ditemukan :
- Maramot Tarihoran Umur : 39 thn Jenis kelamin : Laki-laki
- Normi Hutagalung Umur : 56 thn Jenis kel : Perempuan
- Marningot Silalahi Umur : 57 thn Jenis kel : Laki- Laki
Semua korban dimuka dalam keadaan MD, Tim SAR Gabungan bersama masyarakat mengevakuasi korban ke tempat keluarga untuk dikuburkan.

Kepala Kantor SAR Nias Putu Arga Sukajarwadi, S.H.,M.M selaku search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian ini serta apresiasi terhadap seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
Hari ini pencarian terus dilanjutkan dengan mengoptimalkan metode penyisiran disepanjang area yang terdampak, pemantauan udara terbatas melalui drone, serta penambahan personel di beberapa sektor yang dianggap potensial.
Data Korban Kota Sibolga :
- Selamat : 49 Orang
- Meninggal Dunia : 53 Orang
- Dalam Pencarian : 3 Orang
Data Korban Tapanuli Tengah :
- Selamat : 596 Orang
- Meninggal Dunia : 110 Org
- Dalam Pencarian : 93 Org
Potensi SAR Basarnas, TNI/Polri, BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah, SAR Hidayatullah, Celeng Rescue, DMC Dompet Dhuafa, Petualangan Musim, Kurir Kebaikan.
Alut Operasi SAR : Alkom, Palsar
Tapanuli Tengah dan Sibolga, Truk Personel 2 unit, D-Max Double 2 unit, Motor Trail 1 unit, Sekoci KN Nakula, LCR + Mopel 30 PK, Peralatan SAR air, Peralatan mountaineering, Alkom HT VHF Channel PTP1 9 unit, Drone 1 unit, APD perorangan, Kantong jenazah
Apel Gabungan Pelaksanaan Operasi SAR Hari Ke-13 Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Sibolga

Apel Gabungan Pelaksanaan Operasi SAR H.13 Bencana Banjir dan Tanah Longsor di wilayah Sibolga-Tapteng. Minggu, 07/12/2025.
Tim SAR dibagi dalam beberapa wilayah pencarian antara lain :
- Desa Sibio-bio Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah
- Matauli, Jln Jainul Basri Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.
- Desa Aloban Bair, Kecamatan Tampian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah
- Desa Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga, Kota Sibolga
- Desa Hutanabolon Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah.
Potensi SAR terlibat : Basarnas, TNI/Polri, BPBD Provinsi Sumatera Utara, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah, TRC SAR FKAM Search and Rescue, SAR Hidayatullah, Celeng Rescue, DMC Dompet Dhuafa, Petualangan Musim, Kurir Kebaikan, PT. Aman Mineral. Indexsim.
===
Seorang bocah berjalan meniti bongkahan kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlisin pasca banjir bandang di Desa Tanjungkarang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (06/12).

Pemberangkatan Tim Ketiga Untuk Respon Bencana Banjir & Tanah Longsor di Sumatera
Sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam misi kemanusiaan, FKAM kembali memberangkatkan personil SAR untuk membantu percepatan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera.
Setelah Tim Pertama diterjunkan dan kini bertugas di Sibolga, serta Tim Kedua yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang sama, hari ini FKAM melalui SAR FKAM resmi mengirimkan Tim Ketiga menuju Aceh Tamiang, Aceh. Sabtu, (6/12/2025).

Pengiriman tim tambahan ini dilakukan untuk memperkuat dukungan lapangan, mengingat kondisi bencana di sejumlah daerah semakin membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi. Selain itu misi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari doa dan dukungan masyarakat luas sebagai bentuk amanah untuk menyalurkan bantuan yang sudah dihimpun oleh FKAM.
Tim ketiga dibekali dengan perlengkapan SAR, logistik dasar, serta peralatan pendukung evakuasi guna membantu proses pencarian, penyelamatan, dan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak. FKAM berharap hadirnya tim ini dapat mempercepat pemulihan awal dan memberikan dukungan nyata bagi warga yang sedang mengalami masa-masa sulit.
Tim potensi SAR Gabungan Jawa Tengah sementara ikut dalam dalam pelayanan bersama Basarnas di Posko Gedung Dharma Wanita, kompleks perkantoran Bupati Tapanuli Tengah Pandan, Sumatra Utara (Jumat, 5 Desember 2025).
Hari ini tim dibagi menjadi dua regu, untuk distribusi bantuan ke lokasi-lokasi yang belum tersentuh, serta untuk pembuatan sarana MCK dan penampungan air bersih.

Sarana ini merupakan kebutuhan dasar agar para penyintas bisa mengakses air bersih lebih mudah, dikarenakan wilayah sekitar Tapanuli Tengah ini sebagian wilayah mengalami putus akses listrik dan mengakibatkan air mati.
Tim distribusi logistik juga bergerak dengan pengangkutan jalur udara menggunakan Helikopter ke lokasi-lokasi terisolir, juga menggunakan armada truk ke lokasi-lokasi yang akses jalan masih bisa dilalui.
Pemberangkatan Menuju Sibolga Sumatra Utara dengan kapal Kemanusiaan
Kapal Kemanusiaan membawa Bahan Makanan, Bahan Bakar, Air Bersih dan Kebutuhan Urgent lainnya. Setelah proses muat barang selamat 2 hari di Markas Kolinlamil TNI AL, sore hari ini, Jumat 5 Desember tim gabungan potensi SAR Jawa tengah diberangkatkan menuju Sibolga, Sumatra Utara.
Tim mengikuti apel pelepasan dan pengarahan selama pelayaran yang dipimpin oleh Letkol Laut Faisal selaku Palaksa (Perwira Pelaksana) KRI Banda Aceh 593. Kapal ini akan berlayar selama 17 hari dengan rute Padang, Sibolga, Lhokseumawe, dan Belawan.

Kapal ini membawa bantuan dari berbagai elemen instansi pemerintah, organisasi, serta para donatur orang-orang baik yang akan diantar ke 4 kota tersebut diatas.
Semoga pelayaran dimudahkan dan bantuan bisa tersalurkan dengan baik agar saudara-saudara di Sumatra bisa kembali tersenyum menghadapi masa pemulihan.
Pemberangkatan Tim SAR FKAM Kloter Kedua ke Kota Sibolga Sumatra Utara
Tim kedua SAR FKAM diberangkatkan untuk memperkuat respon penanganan bencana banjir besar di Sumatra. Sebelum menuju lokasi, para personel mengikuti apel pelepasan potensi relawan yang dipimpin oleh Kepala Direktorat Bina Potensi Basarnas, Bapak Agus Haryono S.S., M.B.A.
Kegiatan ini menjadi momentum koordinasi untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Dalam rombongan ini, SAR FKAM bergabung bersama berbagai organisasi kemanusiaan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Seluruh tim diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KRI Banda Aceh 593.

Penggunaan jalur laut menjadi langkah strategis mengingat akses darat di beberapa titik terputus, dan jalur udara difokuskan untuk pengangkutan logistik permakanan bagi para korban terdampak bencana.
Tim kedua SAR FKAM dijadwalkan bertugas mendukung penanganan bencana bersama tim gabungan potensi Basarnas yang telah lebih dahulu berada di Kota Sibolga, Sumatra Utara.
Kehadiran tim ini diharapkan dapat memperkuat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta upaya pemulihan di wilayah terdampak banjir. Dengan sinergi berbagai elemen relawan, respons kemanusiaan diharapkan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Setelah berlayar bersama KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 selama 3 hari 2 malam, tim SAR FKAM malam hari ini, Jumat 5 November 2025 telah tiba di Posko Penanganan Bencana BASARNAS Sumatra Utara.
Tim memulai pelayaran sejak hari Selasa pagi dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok dan baru sampai di Sibolga pada Kamis malam hari ini.
KRI dr Radjiman Wedyodiningrat ini merupakan kapal rumah sakit apung yang selain membawa logistik permakanan, nantinya akan standby di Sibolga dan akan melakukan pelayanan kesehatan bagi para warga terdampak.
Pencarian Korban Bencana Oleh Tim SAR Gabungan
Tim SAR gabungan menggelar apel kesiapan sebelum melanjutkan pencarian korban hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.
Data sementara mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 81 orang hingga Rabu, 3 Desember 2025, pukul 15.00 WIB. Kepala Pelaksana BPBD Tapsel, Julkarnaen Siregar, menyampaikan bahwa kondisi di lapangan masih dinamis mengingat proses evakuasi dan pencarian korban terus berlangsung.

Selain korban meninggal, sebanyak 33 warga masih dinyatakan hilang dan sedang dalam pencarian intensif. Sementara itu, korban luka tercatat mencapai 77 orang.
Bencana ini juga memaksa sekitar 7.000 warga mengungsi ke berbagai titik pengungsian di 12 kecamatan. Sebagian warga tinggal di lokasi yang telah disediakan pemerintah, sementara lainnya menumpang di rumah kerabat.
Pemberangkatan Tim SAR FKAM Kloter Pertama Tujuan Aceh
Kabar terbaru datang dari SAR FKAM yang kembali menunjukkan kepeduliannya dalam penanganan bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Kloter pertama yang diberangkatkan, termasuk satu anggota tim SAR FKAM, telah berhasil sampai di lokasi dan langsung bergabung dengan tim gabungan lainnya.
Kedatangan mereka menjadi angin segar bagi proses evakuasi serta distribusi kebutuhan dasar bagi para korban yang terdampak.
Setelah menempuh perjalanan laut bersama KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 selama tiga hari dua malam, tim SAR FKAM akhirnya tiba pada Jumat malam, 5 November 2025, di Posko Penanganan Bencana BASARNAS Sumatra Utara.

Mereka memulai pelayaran sejak Selasa pagi dari Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok dan baru berlabuh di Sibolga pada Kamis malam. Kapal rumah sakit apung tersebut membawa logistik permakanan dan akan standby di wilayah Sibolga untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak bencana.
Sementara itu, kloter kedua tim SAR FKAM telah diberangkatkan pada pagi ini sebagai bentuk lanjutan dukungan terhadap operasi kemanusiaan di lapangan.
Pengiriman gelombang bantuan ini diharapkan dapat memperkuat tenaga relawan serta mempercepat proses penanganan di titik-titik terdampak.
Pemberangkatan SAR FKAM Search and Rescue ke lokasi Banjir Bandang dan Tanah Longsor Pulau Sumatera
Persiapan pemberangkatan SAR FKAM ke Pulau Sumatera, respon bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatera, Senin (1/12/2025).

Pemberangkatan siang sekitar 10.45 WIB dari Mako Surakarta menuju ke kantor Basarnas Kota Semarang untuk BKO tanggap bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sumatera.
Semoga para relawan kemanusiaan, relawan gabungan diberi kemudahan dan kelancaran dalam mengemban tugas kemanusiaan di bencana, dan bisa kembali ke kampung halaman dengan aman selamat terkendali.