Di balik ruang kontrakan kecil berukuran 2 x 3 meter di kawasan Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta, tersimpan kisah besar tentang keteguhan iman seorang mualaf bernama Bapak Yubino. Setelah memeluk Islam, beliau harus menghadapi ujian berat: meninggalkan kehidupan lama yang penuh kenyamanan dan fasilitas. Namun, keputusan itu diambil dengan penuh keyakinan, karena baginya iman jauh lebih berharga daripada kemewahan dunia.

Hari-hari beliau kini dijalani dengan kesederhanaan dan kesabaran. Meski hidup dalam keterbatasan, Bapak Yubino tak pernah mengeluh. Dengan keahlian yang dimilikinya sebagai desainer interior, ia terus berusaha mencari rezeki halal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam setiap langkahnya, ia menanamkan keyakinan bahwa rezeki yang diberkahi lebih bernilai dibanding limpahan harta tanpa ridha Allah.
Kehidupan yang kini dijalaninya menjadi cerminan keikhlasan seorang hamba yang menyerahkan seluruh urusan hidupnya kepada Sang Pencipta. Keteguhan imannya mengajarkan arti sabar, tawakal, dan istiqamah di jalan kebenaran. Dalam kesunyian kontrakan kecil itu, ia justru menemukan kedamaian batin yang selama ini tidak pernah ia rasakan.
Melalui program santunan ini, Daiman Berbagi hadir memberikan dukungan moral dan materi bagi para mualaf seperti Bapak Yubino. Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga ajakan untuk saling menguatkan dalam menjaga nikmat hidayah yang amat berharga. Semoga Allah SWT senantiasa meneguhkan hati para mualaf, melapangkan rezeki mereka, dan menjadikan perjuangan mereka sebagai sebab turunnya keberkahan di dunia dan akhirat.