Menjadi orang tua tunggal bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak suaminya berpulang, Ibu Tri harus menjalani kehidupan dengan tanggung jawab yang lebih besar. Beliau kini menjadi satu-satunya orang tua bagi anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Di tengah kehilangan sosok pendamping hidup, Ibu Tri tetap berusaha menjalani hari dengan tabah, sebab ada seorang anak yang harus dirawat, kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, dan masa depan yang ingin terus diperjuangkan.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Ibu Tri berjualan somay keliling. Beliau biasa mangkal di depan Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, membawa dagangannya dari satu hari ke hari berikutnya dengan harapan memperoleh penghasilan yang cukup. Dalam menjalankan usaha tersebut, Ibu Tri ditemani oleh anaknya hingga sore hari. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat setelah sekolah pun sering diisi dengan menemani sang ibu berjualan. Keduanya menjalani rutinitas sederhana itu demi memenuhi kebutuhan hidup, meskipun hasil penjualan tidak selalu menentu.
Dari hasil berjualan somay, Ibu Tri harus berusaha mencukupi berbagai kebutuhan sekaligus. Ada kebutuhan pangan yang harus tersedia setiap hari, biaya sekolah anak yang tidak boleh diabaikan, serta modal usaha yang perlu dipersiapkan agar beliau tetap bisa berjualan keesokan harinya. Ketika penghasilan sedang sedikit, semua kebutuhan tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, Ibu Tri terus berusaha karena baginya, menjaga keberlangsungan usaha berarti menjaga harapan agar anaknya tetap dapat bersekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Melihat perjuangan tersebut, Daiman Berbagi hadir menyalurkan santunan kepada Ibu Tri, warga Tandang RT 011/RW 010, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga dhuafa yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi. Santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan pokok keluarga, sehingga Ibu Tri memiliki sedikit ruang untuk mengatur pengeluaran rumah tangga sekaligus mempertahankan usaha kecil yang menjadi sumber penghasilannya.
Bagi Ibu Tri, setiap hari adalah kesempatan untuk kembali berjuang. Di balik aktivitas berjualan somay, ada kasih sayang seorang ibu yang ingin memastikan anaknya tetap bisa belajar, tumbuh, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Semoga santunan dari Daiman Berbagi tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi Ibu Tri untuk terus melangkah. Sebab, terkadang bantuan yang diberikan pada saat yang tepat dapat membantu seseorang bertahan dan melanjutkan perjuangan yang selama ini dijalani dengan penuh kesabaran.
Terima kasih kepada para donatur yang telah mengambil bagian dalam menghadirkan kepedulian bagi Ibu Tri dan keluarga. Semoga Allah melapangkan rezeki beliau, memberikan kesehatan dan kekuatan dalam mencari nafkah, serta menjaga anaknya agar tumbuh menjadi anak yang saleh, berilmu, dan kelak mampu membahagiakan ibunya. Semoga setiap kebaikan yang dititipkan melalui Daiman Berbagi menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Daiman Berbagi
Yayasan Dai dan Imam Masjid Indonesia
Careline 085157700076
