Di tengah kerasnya perjuangan hidup, Bu Maryati menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa sebagai seorang ibu. Sudah empat tahun berlalu sejak suaminya wafat, dan sejak saat itu beliau menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga bagi dua anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. Tinggal di Jomblang Sari RT 003 RW 001 Kecamatan Candisari Kota Semarang, Bu Maryati menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran demi memastikan kedua buah hatinya tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Setiap dini hari, Bu Maryati berangkat ke Pasar Sendiko untuk membantu berjualan ayam. Meski upah yang diterima tidak besar, hasil kerja keras tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli beras, serta membiayai keperluan sekolah anak-anaknya. Di balik segala keterbatasan yang dihadapi, beliau tetap berusaha tegar dan tidak pernah menyerah. Baginya, pendidikan anak-anak adalah harapan terbesar yang harus terus diperjuangkan meskipun harus mengorbankan tenaga dan waktu.
Melalui program santunan dhuafa, Daiman Berbagi hadir untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada Bu Maryati. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga, meringankan beban ekonomi, serta memberikan ketenangan agar beliau dapat lebih fokus mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Dampak dari program ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bahwa perjuangan seorang ibu tidak berjalan sendiri. Semoga Bu Maryati dan kedua anaknya senantiasa diberikan kekuatan, kemudahan, serta masa depan yang lebih baik.
